Minggu, 01 Januari 2017

Re: [id-android] WTI: Review ZUK Z2, Sang Juara yang Low Profile

kalo zuk z2 bisa bro?

On Jan 2, 2017 08:09, "Arya Mada" <arya.mada@gmail.com> wrote:
gabisa udah ditest

On Jan 1, 2017 10:17 PM, "Hendry Aripin" <milis@e-hendry.com> wrote:
unlockin yg op3 donk -.-

On Jan 1, 2017 22:08, "Arya Mada" <arya.mada@gmail.com> wrote:
buka segel, unlock voltenya... klo bosen ya jual 2nd harga baru karena udah unlock volte SFnya wkwkwkwk

On Dec 31, 2016 7:55 AM, "AJI P." <ajipmilis@gmail.com> wrote:
Ha ha godaan menarik nih mas mamun
Buka segel atau jual aja yaa

On Sat, Dec 31, 2016 at 07:43 Ma'mun Sholeh <maxmoon.milis@gmail.com> wrote:
Beli dulu aja mas, kalau ga bisa ya jual lagi mumpung harganya lagi bagus #ehh

Regards,
Mamun


On Dec 30, 2016 8:39 AM, "AJI P." <ajipmilis@gmail.com> wrote:
Zuk Z2 apakah sudah Native VOLTE dan bisa dipakai kartu smartfren gak ya?
Supaya bisa langsung pakai gak perlu install smartVolte

On Mon, Nov 28, 2016 at 13:44 Hilmy Irfan <irfanoize@gmail.com> wrote:
Izin share review smartphone ini ya...
----

review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape


Sejak awal ZUK Z2 dirilis di negerinya, saya sudah merasa tertarik. Ada dua hal dari konten promosinya kala itu yang membuat saya merasa perlu untuk mencoba smartphone ini.


Pertama, kalau tak salah ingat di video promosinya disebutkan bahwa ZUK Z2 akan mendukung kompatibilitas dengan berbagai custom Android OS terkemuka, semisal: Cyanogen OS, MIUI, FlyMe OS, hingga Mokee. Waktu itu rasanya tak aneh mengingat sang pendahulu, ZUK Z1, merupakan smartphone yang menggunakan Cyanogen OS.


Kedua adalah uTouch yang merupakan home button milik ZUK Z2 dengan banyak kegunaan. Beberapa kegunaan dasarnya sebetulnya mirip dengan mTouch milik jajaran smartphone Meizu, antara lain merangkap sebagai home buttonback button, sekaligus fingerprint scanner. Namun satu hal yang membedakan adalah home button milik ZUK Z2 dapat berfungsi layaknya trackpad milik smartphone Blackberry. Ya, uTouch button ZUK Z2 dapat menerima inputan berupa sapuan jari ke kiri dan ke kanan, yang berfungsi untuk switch antar aplikasi sesuai urutannya di recent apps. Keren bukan?


Masalah harga dan ketersediaan barang di pasaran Indonesia menjadi halangan berat buat saya untuk dapat memiliki ZUK Z2 di kala itu. Hingga akhirnya pihak Banggood.com menginformasikan promo diskon untuk ZUK Z2 ini menjelang event Single's Day 11/11, di mana ZUK Z2 dapat dibeli dengan harga hanya sekitar $180 saja.


Adanya informasi tersebut membuat saya mengecek keberadaan ZUK Z2 di toko online lokal. Pucuk di cinta, Gista pun tiba! Di marketplace berwarna hijau, saya menemukan beberapa penjual sudah memasang ZUK Z2 di etalase mereka. Harganya saat itu berkisar antara 3,2 hingga 3,4 juta Rupiah.


Waktu itu, akhirnya saya niatkan membeli ZUK Z2 pada tanggal 11/11 dengan mengharapkan ada diskon di beberapa marketplace lokal, atau jika tidak, maka saya akan membelinya di Banggood. Pada akhirnya saya tetap membeli di Tokopedia dengan harga normal karena pada tanggal tersebut rupanya hanya Lazada dan Blibli saja yang menggelar promosi diskon.


Saat saya memulai diskusi tentang produk itu di Tokopedia, salah satu seller rupanya mengenali saya sebagai anggota milis Id-android. Akhirnya transaksi pun saya lakukan di lapak milik rekan milis tersebut, hingga akhirnya barang datang dan prosesi buka kotak pun segera saya lakukan.



Unboxing & Hands-on ZUK Z2 Indonesia


Nyaris tak ada tulisan yang bisa saya baca pada kemasan luar serta kelengkapan dokumen dalam paket penjualan ZUK Z2 ini. Hampir semuanya menggunakan tulisan asli dari negerinya, Tiongkok. Namun, ini sama sekali tak menjadi masalah buat saya, karena seandainya pun ada tulisan berbahasa Inggris pada kitab-kitab yang disertakan, ujung-ujungnya sama saja, tak dibaca. Kalaupun saya baca, tak akan saya balas. Haduh, mulai deh baper lagi, saya kira lagi bahas pesan-pesan saya yang hanya dia baca, dan tak pernah dibalasnya. Hiks...


review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape
ZUK Z2 - Kotak kemasan penjualan



ZUK Z2 - Bagian belakang kotak penjualan



ZUK Z2 - Kelengkapan dalam kotak penjualan


Pada saat hands-on pertama kali ZUK Z2 ini, saya merasa akrab sekali dengan bentuk maupun feels-nya di tangan. Jika sebuah iPhone 5 varian warna hitam diperbesar sedikit, lalu dicampurkan dengan bumbu OnePlus X dan tombol home Meizu, maka saya rasa hasilnya adalah ZUK Z2, hybrid nih hahaha!


Desain ZUK Z2 yang simpel dan minimalis memang tak layak disebut original. Tapi siapa yang peduli dengan itu? Orang akan lebih peduli dengan kenyataan bahwa ZUK Z2 ini adalah smartphone dengan processor buas Snapdragon 820 dan kombinasi RAM 4 GB serta memori internal 64 GB yang dijual dengan harga termurah di pasaran. Xiaomi Mi 5? Lewat! Varian Mi 5 dengan RAM 3 GB dan memori internal 32 GB saja harganya masih lebih mahal dari ZUK Z2.


Tak usah deh dibahas bezel tebal di layar Mi 5, nanti saya di-bully habis-habisan oleh oknum yang seringkali mengatasnamakan fans sejati brand yang satu ini, nan merasa paling pintar di muka bumi ini, hehe.


review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape
ZUK Z2 - sisi depan sudah dilapisi screen protector anti glare


review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape
ZUK Z2 - sisi belakang


Bobot smartphone ini terasa sedikit berat, yang menurut saya malah bagus untuk memberi kesan kokoh. Walau tak terlihat jelas, sebetulnya material premium membungkus keseluruhan body dari ZUK Z2. Bagian depan dan belakangnya menggunakan bahan kaca yang tentunya sudah berlapis perlindungan Corning Gorilla Glass 3. Sementara sekeliling pinggirannya yang berwarna hitam dan terasa kesat di tangan, terbuat dari metal.



ZUK Z2 - sisi atas, kosong


review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape
ZUK Z2 - sisi bawah


review ZUK Z2 Indonesia gontagantihape
ZUK Z2 - sisi kanan



ZUK Z2 - sisi kiri, kosong lagi



ZUK Z2 - saat layar menyala



ZUK Z2 ini nampaknya ingin tampil low profile ya, dengan desain yang terkesan sederhana, tak menonjolkan material metal yang dibawanya, smartphone ini menyimpan spesifikasi jeroan yang sangat wah, terutama apabila kita bandingkan harganya dengan produk lain yang kira-kira mempunyai dapur pacu yang setara.


Kesan pertama, menurut saya ZUK Z2 ini tak cocok untuk Anda yang memilih smartphone untuk alasan prestige ataupun karena ingin stand-out di dalam pergaulan. ZUK Z2 ini tampil terlalu kalem untuk bisa Anda sombongkan, apalagi brand-nya sendiri saya jamin akan terdengar asing di kalangan awam.



ZUK Z2 dalam Penggunaan Sehari-hari

Pada kenyataannya, ZUK Z2 dirilis dengan custom Android OS buatan sendiri yang diberi nama ZUI. Saat pertama dinyalakan, ZUI yang tertanam sudah berada pada versi 1.9. Tapi lho koq, tidak ada pilihan system update di menu pengaturan alias Settings?


Aha, saya ingat percakapan dengan sang penjual. ZUK Z2 ini seperti Xiaomi ujarnya, sama-sama menggunakan ROM abal-abal dan harus melalui flashing dulu untuk kembali ke ROM aslinya. Berbekal sebuah tutorial flashing di forum ZUK, sayapun segera melaksanakan prosesi penyucian smartphone ini, karena konon katanya ROM abal-abal pada ZUK Z2 mengandung malware yang bernama Liuliangbao. Saat saya googling mengenai kata "Liuliangbao", dan melihat semua hasil pencarian di halaman pertama, saya semakin yakin bahwa tujuan dari sebagian pihak yang memasangkan ROM abal-abal pada smartphone-smartphone yang berasal dari Tiongkok tak lain adalah masalah trafik internet dan uang. Tanya kenapa? Googling sendiri lalu tarik benang merahnya ya!


"Flashing lagi? Atuh saya harus pulang malam dan pergi jauh kaya fans dari brand sebelah itu?" Mungkin pertanyaan ini akan menghinggapi benak Anda yang tadinya sudah hampir yakin akan meminang ZUK Z2 karena tergiur perbandingan spesifikasi melawan harganya ini.


Ya, ZUK Z2 rupanya bukan smartphone yang tinggal pakai. Karena yang saya baca, kebanyakan yang membeli dari e-commerce asli Tiongkok pun mendapatkan hal yang sama, ROM dengan malware tertanam di dalamnya. Jadi, kemungkinan besar ini bukanlah permainan dari distributor lokal di tanah air.


Sampai sini, sudah rontokkah niat Anda memiliki ZUK Z2? Baiklah kalau begitu saya bahas semua kekurangan dan mungkin anomali yang ada pada ZUK Z2 dan ZUI ini ya. Kalau Anda ingat dulu Meizu M2 Note banyak memiliki anomali saat pertama dijual serentak di Indonesia, nah ZUK Z2 ini pun punya hal seperti itu, di antaranya:


  1. ROM abal-abal pada ZUK Z2 mengandung malware, selain itu ROM ini mencegah pengguna melakukan update OTA dengan meniadakan pilihan System Update dari menu pengaturan atau Settings, bukan dengan mengubah penomoran versi dari OS-nya seperti yang biasa kita temukan pada MIUI.
  2. Setelah di-flash ke ROM asli versi China, saat booting pertama kali maka semua tampilan disajikan dalam Bahasa Mandarin. Anda harus pintar-pintar mengingat ikon pengaturan input dan bahasa pada urutan menu pengaturan untuk kemudian mengubah pilihan bahasa ke Bahasa Inggris. Ya, sama seperti MIUI, ROM asli ZUI hanya memiliki Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris semata.
  3. Setelah di-flash ke ROM asli versi China, maka kita akan dapat masuk ke menu System Update, melakukan pengecekan apakah ada update versi yang lebih mutakhir atau tidak. Sayangnya, saat ada notifikasi update pembaruan, Anda takkan bisa langsung mengunduhnya. Semua akses ke server update OTA untuk ZUI ROM China dibatasi aksesnya hanya bagi mereka yang berlokasi di Tiongkok. Alhasil butuh meng-install aplikasi VPN dan terhubung ke suatu server di Tiongkok agar dapat mengunduh update ZUI melalui OTA.
  4. Setelah di-flash ke ROM asli versi China, skor Antutu Benchmark malah turun drastis, ha... ha..
  5. Aplikasi Path tak bisa menyimpan credential Facebook. Sehingga setiap ingin cross posting status Path, kita selalu harus login kembali di Facebook. Saya tak meng-install aplikasi Facebook, hanya memanfaatkan login Facebook via web.

Sampai di titik ini, saya yakin sebagian sudah berbalik arah, dan berkata, "Flashing lagi? Mending jajan siomay!" Ha, ha, ha...


Flashing yang sudah saya lakukan untuk ZUK Z2 sempat mengalami beberapa kendala, termasuk proses flashing yang tak kunjung dimulai. Solusinya sederhana rupanya, download ulang ROM-nya, pindahkan hasil ekstraksi ROM ke root folder di PC dengan nama direktori yang pendek saja, hingga mengubah cara masuk ke EDL mode dari yang tadinya menggunakan ADB, menjadi menggunakan tombol fisik dan ketepatan waktu sepersekian detik saja. Okay, saya menyesal telah menyebut solusi ini sederhana.


Intinya, begitu selesai flashing, proses instalasi Google Apps pun harus dilakukan mandiri, mengingat ROM asli ZUK Z2 yang versi China ini pun tak membawa bundling aplikasi dari Google. Untung semua prosesnya berhasil. Kalau tidak, mungkin tulisan ini takkan pernah dibuat, hehe.



ZUI, ZUK UI?

Membahas custom Android OS yang baru saya gunakan pertama kali rasanya akan mengasyikkan. Tak seperti ketika saya mengulas produk smartphone yang lagi-lagi menggunakan MIUI, di mana saya seringkali skip bahasan OS-nya.


ZUI yang saya gunakan pada saat menguji pakai ZUK Z2 ini sudah sampai versi 2.3. Sepintas tampilan homescreen-nya terasa identik dengan yang biasa kita lihat pada FlyMe OS milik Meizu.


...

--
===========
Install #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm
 
---------------------
Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru
Kunjungi >> http://bassaudio.net
----------------------
Kontak Admin, Twitter @agushamonangan
-----------------------
FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id
 
Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT
 
==========
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "[id-android] Indonesian Android Community" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke id-android+unsubscribe@googlegroups.com.
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar